Mendagri usulkan anggaran persiapan pemilu Rp 1,902 triliun





Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian telah mengusulkan anggaran untuk persiapan pemilihan parlemen serentak 2024 tahun anggaran 2022 sebesar Rp 1,902 triliun. Hal itu disampaikan Tito saat rapat kerja dengan Komisi II DPR RI tentang penilaian pelaksanaan anggaran 2021 dan pembahasan pendahuluan pembahasan RAPBN Tahun Anggaran 2022

Sehubungan dengan itu, kami mohon dukungan Panitia II DPR RI agar kebutuhan anggaran sekitar Rp 1,902 triliun dapat disetujui dan memenuhi pagu anggaran Kementerian Dalam Negeri 2022, kata Tito.

Mendagri menyatakan, dalam rangka persiapan pemilihan umum serentak 2024 dan pemilihan kepala daerah, Kemendagri telah menggelar rapat koordinasi dengan Bawaslu Badan Pengawas Pemilu (KPU) dan kementerian terkait pada 23 Maret 2021. . Salah satu hasilnya, kata dia, mengharuskan K/L terkait, termasuk Kementerian Dalam Negeri, menyiapkan anggaran untuk mendukung pelaksanaan pemilihan umum serentak 2024 dan pemilihan kepala daerah.

Tito menjelaskan, dalam anggaran Rp 1,9 triliun, Administrasi Umum Polpum Kementerian Dalam Negeri akan menggunakan Rp 1,6 triliun, dimulai dengan pengembangan teknologi informasi pelayanan publik terintegrasi, kemudian pemilihan komisioner KPU daerah. Selain itu juga digunakan untuk partisipasi masyarakat yang sukses dalam olahraga atau kampanye pemilu pada pemilu serentak 2024 dan forum pertukaran sosial dan politik untuk mendukung kesuksesan pemilu serentak dan kegiatan lainnya.

Kita berharap dalam suasana yang demokratis, pemilihan serentak pertama yang mungkin dilaksanakan pada pemilihan presiden, pemilihan kepala daerah dan pemilihan kepala daerah, pemilihan presiden, pemilihan kepala daerah, dan pemilihan kepala daerah, tentunya kita mengharapkan pemilih yang tinggi untuk berpartisipasi untuk dapat memilih siapa yang akan dipilih. hukum Seks, penjelasan

Kemudian, alokasi dana sekitar 5,3 miliar rupiah ini akan digunakan untuk mengkoordinir peningkatan peran pemimpin jalanan agar Pilkada serentak 2024 dan berbagai tahapan Pilkada dapat terselenggara dengan sukses. Langkah selanjutnya adalah memetakan wilayah rawan konflik 2024 dan wilayah yang berpotensi mengganggu ketertiban dan ketentraman masyarakat. Lainnya termasuk masalah keamanan yang disebabkan oleh pandemi Covid-19.

Kemudian alokasikan Rp 282,275 miliar kepada Dukcapil untuk mengembangkan sistem sinkronisasi data kependudukan dengan data sistem pendataan pemilih atau sidalih untuk menyiapkan data daftar calon pemilih DP4,” kata Mendagri.

Tito melanjutkan, juga digunakan untuk pendataan dan penerbitan dokumen bagi kelompok rentan adminduk dalam rangka Pilkada 2024, menggalakkan pencatatan perubahan kewarganegaraan, dan mempercepat penyelesaian pencatatan dan pencetakan KTP elektronik. .

Posting Komentar untuk "Mendagri usulkan anggaran persiapan pemilu Rp 1,902 triliun"