Artikel Pilihan

loading...

Ketika calo dipermudah membuat SIM

On 7:48:00 PM with No comments

loading...
loading...
Antre bikin SIM di Samsat. ©2016 Merdeka.com

Surat Izin Mengemudi (SIM) menjadi syarat wajib bagi pengendara kendaraan bermotor. Namun sulitnya untuk mendapatkan SIM membuat sebagian masyarakat memilih jalan pintas untuk mendapatkan legalisasi mengemudi dari negara.

Pantauan merdeka.com, saat berada di kantor Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) yang berada di kawasan Daan Mogot, Cengkareng, Jakarta Barat, banyak masyarakat yang berminat untuk membuat SIM.

Untuk membuat SIM, pertama-tama para pengemudi harus mengeluarkan uang sebesar Rp 25 ribu untuk menjalani tes kesehatan yakni tes mata. Selanjutnya, setelah lulus ujian tes mata, maka pengemudi akan diberikan formulir dengan warna merah muda untuk melakukan administrasi SIM di ruang pelayanan.

Saat merdeka.com mencoba untuk menanyakan membuat SIM namun dengan alasan memiliki KTP daerah, dengan sopan petugas yang berada di depan pintu masuk kantor pelayanan SIM menerangkan bahwa pemilik KTP daerah belum dapat membuat SIM di tempat. Sekitar lima menit merdeka.com berbincang dengan petugas tersebut, tiba-tiba datang dua orang pemuda yang mengaku telah membuat janji dengan salah satu petugas yang berada di dalam kantor.

"Permisi pak, saudara saya ada janji dengan petugas di loket 3," ucap Putro kepada petugas tersebut, Jumat (7/10).

"Ya silakan masuk, tetapi yang mengantar tunggu di luar ya, itu duduk di ruang tunggu," jawab petugas tersebut sambil menunjuk bangku yang berada di depannya.

Seketika, merdeka.com segera menghampiri salah satu pemuda tersebut untuk sekadar mengetahui prosedur yang membuatnya mudah masuk ke ruang pelayanan pembuatan SIM. Dengan ramah, pemuda bernama Putro tersebut menjawab pertanyaan terkait prosedur yang memudahkannya untuk mengurus SIM.

"Mbaknya kalau mau lewat kenalan saya itu cuma Rp 900 ribu itu SIM C, enggak sampai setengah jam selesai. Cuma foto saja, terus nunggu panggilan SIM jadi," terang Putro.

Namun dengan alasan hanya memiliki KTP daerah, tim berharap agar mendapatkan informasi lebih dari pengemudi ojek online tersebut.

"Wah kalau KTP daerah agak susah mbak, karena sekarang lagi ketat-ketatnya ada pemutihan. Kalau bikin SIM di Jakarta mahal, mending daerah saja," sarannya kepada tim.

Dia pun memberikan saran untuk membuat KTP Jakarta agar lebih mudah mengurus segala sesuatu administrasi.

"Kalau enggak nembak KTP saja mbak, paling juga Rp 300 ribu sehari jadi mbak. Atau kalau enggak dari pada pulang ke kampung jauh, bikin SIM di Lampung juga bisa mbak, paling dekat sama Jakarta. Kalau di Lampung saya ada orang dalamnya juga. Kalau petugas samsat di sini, saya kenalnya dari orang Polda juga mbak," jelas Putro.

Dia mengaku, bahwa dirinya telah mengantarkan beberapa kliennya untuk bertemu salah satu petugas di Samsat tersebut dengan inisial Aiptu A. Selain itu, dia memberikan berbagai informasi tentang kemudahan membuat SIM.

"Tadi kan mbak lihat sendiri saudara saya bisa langsung masuk kan, dia enggak dites mata dulu, enggak ada test drive juga, udah dia langsung foto aja," tuturnya.

Putro pun memberi tahu tentang pesan teks yang mengatakan bahwa saudara Putro tersebut telah berhasil menemui Aiptu A untuk membuat SIM.

"Nih, mbak lihat sendiri kan kalau saudara saya sudah bertemu Aiptu A, udah dia tinggal nunggu SIM jadi saja. Kalau ada test drive, kumpulin 10 orang saja mbak, iuran tiap orang Rp 10 ribu, kasih ke petugas udah enggak usah test drive. Di sini semua pakai uang mbak," papar Putro.

Tidak sampai 30 menit, saudara Putro pun keluar dari ruang kantor pelayanan SIM. Kemudian Putro pamit bersama saudaranya. Lalu bagaimana dengan pengunjung lain yang tidak melalui calo?

"Saya nganter suami saya mbak, kebetulan suami saya cari SIM A. Enggak tahu ini kalau enggak pakai calo berapa kali test drive," ucap Anggi kepada merdeka.com di lokasi.

Dia pun menceritakan, bahwa adik kandungnya sempat membuat SIM C untuk kendaraan bermotor, dan mengeluarkan uang sebesar Rp 125 ribu yang sesuai dengan ketentuan negara untuk membuat SIM.

"Tiga hari lalu adik saya juga buat SIM mbak, Alhamdulillah sekali test drive langsung lulus. Kalau apes ya tiga kali test, tinggal kalikan saja mbak Rp 125 ribu," jelasnya.

Tidak lama kemudian, sang suami pun keluar dari ruang pelayanan pembuatan SIM dengan wajah lesu.

"Wah saya enggak lulus di ujian teori mbak, makanya ini saya kurang beruntung," ucap suami Anggi.

Anggi pun menyarankan untuk menggunakan jasa calo apabila ingin mendapatkan SIM yang instan.

"Kalau pengen cepet pakai calo aja mbak, segala sesuatunya diurus dia. Kita tinggal datang duduk foto, SIM udah jadi," pungkas Anggi.

Sebelumnya, Enam anggota Polda Metro Jaya terjaring operasi tangkap tangan (OTT) terlibat calo pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM). Mereka tertangkap Propam Polda Metro Jaya, dan disita uang mencapai Rp 19 juta.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Awi Setiyono menyebut para anggota polisi ditangkap pada Rabu (5/10) kemarin. Para anggota itu, yakni Bripka SH, AKP M dari Polresta Bekasi, Aiptu MD, Aiptu S dari Polresta Depok, Bripda JS dari Polres Tangerang Selatan, dan Bripda SY dari Satpas Daan Mogot, Jakarta Barat.

"Operasi itu berdasarkan Surat Perintah Kabid Propam Polda Metro Jaya nomor Sprin/2019/IX/2016/ tanggal 29 September 2016. Dari operasi tersebut, berhasil menyita barang bukti berupa uang tunai Rp 19.665.000, 14 ponsel berbagai merek, dan sejumlah dokumen pembuatan SIM," ujar Awi di Polda Metro Jaya, Kamis (6/10).

Sumber : Merdeka.com
loading...
loading...
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »