Artikel Pilihan

loading...

Impian Petugas Kebersihan Jadi Perawat Bikin Haru

On 8:07:00 PM with No comments

loading...
loading...

Nurul sempat hampir kehilangan harapan. Ijazahnya ditahan. Tunggakan iuran pendidikan jadi alasannya
Setiap orang pasti punya mimpi besar. Dalam lubuk hati mereka, pasti terbersit keinginan mewujudkan mimpi itu.
Hal ini juga berlaku bagi Nurul Alfi, 19 tahun. Gadis ini punya keinginan bisa kuliah dan menjadi perawat. Sayangnya, mimpi itu harus tertunda lantaran tidak adanya biaya.

Nurul merupakan lulusan salah satu Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Bogor. Sebelum lulus, Nurul sempat khawatir tidak bisa bekerja lantaran ijazahnya ditahan.
Ketiadaan biaya menjadi penyebab masalah itu. Nurul memiliki tunggakan iuran pendidikan yang memaksa pihak sekolah menahan ijazahnya.

Kabar itu terdengar oleh tim Dompet Dhuafa. Pengurus lembaga amil zakat dan donasi sosial itu segera menemui Nurul dan membantunya menyelesaikan masalah melalui program 'Tebus Ijazah' Dompet Dhuafa.
Tunggakan iuran Nurul sepenuhnya terbayar dan ijazah telah dia pegang. Berbekal ijazah itu, Nurul melamar kerja menjadi tenaga kebersihan di sebuah rumah sakit ibu dan anak di Kemang, Bogor.
Lokasi tempat kerja Nurul tidak jauh dari rumahnya di Gang Harapan 2 RT 01 RW 02, Jampang, Kemang. Dia bersyukur bisa mendapat tempat kerja yang dekat.
" Alhamdulillah, dapat tempat kerja yang dekat. Lumayan, ongkos nggak terlalu berat, jadi bisa nabung sedikit," ujar Nurul.

Nurul sangat tertarik menjadi seorang perawat. Bagi dia, perawat merupakan profesi yang mulia.
Fokus perhatian Nurul saat ini adalah bisa berkuliah di tahun depan. Sebisa mungkin, dia tidak akan membebani sang ayah, Rassan, 41 tahun, dengan biaya kuliahnya. Untuk itu, Nurul menyisihkan sebagian penghasilannya demi bisa menempuh pendidikan tinggi.

" Mudah-mudahan Nurul bisa kerja sambil kuliah, supaya nggak repotin bapak. Masih ada adik yang baru SD, Nurul juga ingin kuliah di universitas negeri," kata dia.
Nurul punya prinsip, apa yang dia ambil dapat membantu ekonomi keluarga ke arah lebih baik. Dia bertekad membuat keluarganya bangga dengan berkuliah. Ini lantaran belum ada satupun keluarga Nurul merasakan bangku kuliah.

Lebih lanjut, Nurul menyadari hidupnya tidak akan seperti sekarang jika tidak mendapat bantuan dari para donatur lewat Dompet Dhuafa. " Terima kasih donatur Dompet Dhuafa, berkat donasi para dermawan, sekarang saya dapat bekerja," ucap Nurul.(Sah

loading...
loading...
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »