Artikel Pilihan

loading...

Hakim Pun Tertunduk Mendengar Tangis dan Curhatan Jessica

On 10:22:00 PM with No comments

loading...
loading...

Dalam membacakan pembelaannya, Jessica Kumala Wongso kebanyakan mengungkapkan curahan hatinya. Apalagi semenjak ditetapkan menjadi tersangka hingga jadi terdakwa kematian Wayan Mirna Salihin, kehidupannya berubah 180 derajat. Berkali-kali dia menangis dan majelis hakim pun tertunduk.
Menurut Jessica, ketika dia menjalani rekonstruksi di Kafe Olivier pada tanggal 7 Februari 2016, dia mendapat tatapan sinis dari para pegawai Kafe Olivier. 

"Dengan memakai baju tahanan sebagai tersangka, saya dapat tatapan sinis dari pegawai kafe," ucap Jessica di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (12/10).
Lalu dia ketika itu disuruh berjalan ke toko sabun di mana dia membeli sabun yang disimpan dalam paper bag.
"Di sana saya difoto pengunjung mal, saya disebut pembunuh berdarah dingin. Mereka tak tahu betapa hancurnya hati saya," kata Jessica.
Jessica juga membeberkan ketika dia masih berstatus tersangka dan bertemu dengan Arief Sumarko, Sandy Salihin dan Darmawan Salihin. 

"Saya memang dalam keadaan tenang, tapi dalam hati saya ingin teriak bahwa saya bukanlah pembunuh Mirna. Saya diberlakukan seperti sampah," ucapnya lagi.
Dengan tangisnya, wajah hakim tampak menunjukan rasa kasihan kepada Jessica yang tetap berdiri tegar seraya membacakan pledoinya.
Usai Jessica membacakan pledoinya, giliran kuasa hukum membacakan pledoi yang disusun selama lima hari dan ada 4.000 halaman.
Tapi, tak semuanya dibacakan, karena bila dibacakan, sidang selama sehari tak akan cukup. Pasalnya, saat jaksa penuntut umum membacakan tuntutan yang tebalnya 287 halaman saja, memerlukan waktu 11 jam. (elf/JPG)

Sumber : Jawa pos
loading...
loading...
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »