Artikel Pilihan

loading...

Bekerja tanpa kata, biar hasil yang bicara

On 7:51:00 PM with No comments

loading...
loading...

 Deaf Cafe Fringetalk dan car wash milik Dissa Syakina Ahdanisa sudah mulai dikenal banyak orang. Salah satu faktornya karena keunikan pekerjanya yang semuanya penyandang disabilitas. Banyak pula penyandang tuna rungu dan tuna wicara berdatangan. Seperti ketika merdeka.com menyambangi Deaf Cafe and Car Wash Kamis (29/8) lalu. Beberapa orang yang datang merupakan penyandang disabilitas.

Ketika salah seorang diajak ngobrol, dia mengatakan berasal dari Ciledug, Tangerang. Pemuda bernama Lukman itu sengaja datang bersama temannya untuk mencuci motor di Deaf Car Wash. Dia mengetahui adanya tempat pencucian mobil motor tersebut dari rekan-rekannya. Komunitas penyandang disabilitas memang memiliki ikatan kekeluargaan sangat kuat. Mereka saling mendukung dalam bentuk apa pun.
"Seenggaknya satu hari itu kita punya customer yang deaf, pasti ada (di car wash)," ujar perempuan berhijab ini.
Pengunjung kafe dan pencucian mobil tidak hanya datang dari penyandang disabilitas. Banyak pula masyarakat umum yang datang ke sana. Dissa menceritakan pengalaman pelanggan yang baru pertama kali datang dan tidak mengetahui bahwa pegawai di sana semuanya penyandang disabilitas. Dia mengkritik lantaran tidak ada 'kata sambutan' dari pegawai.
Berangkat dari kejadian tersebut, Dissa sebenarnya memiliki rencana memberitahu pada pengunjung bahwa semua pegawainya penyandang disabilitas. Namun urung dilakukan. Dia tak ingin langkah itu justru merendahkan pegawainya yang seolah-olah ingin dikasihani. Padahal, dengan mendirikan cafe dan car wash Dissa mau mengangkat harkat dan martabat penyandang disabilitas.
Hery (30) sudah dua kali mencuci motor di Deaf Car Wash. Saat datang pertama kali, dia sama sekali tidak mengetahui bahwa pegawai di sana tuna rungu dan tuna wicara. Hery baru tahu setelah seorang pegawai mengajak bicara dengan bahasa isyarat. Dia tambah kagum ketika mereka selesai mencuci motornya. Hasilnya tidak mengecewakan, lebih bersih dibanding tempat cuci motor lainnya.
"Makanya ini saya datang lagi yang kedua kali karena emang cuciannya bersih banget," ungkap pria asal Depok tersebut.
Sementara itu, Ningrum (25) yang baru datang pertama kali ke Deaf Cafe tersebut menilai makanan yang dipesannya tak mengecewakan. Walau dia hanya memesan kentang goreng dan es jeruk, tapi semua pesanannya terasa enak.
[noe]
loading...
loading...
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »