Artikel Pilihan

loading...

Awas Pramusaji Warkop Idap HIV, Dinkes Periksa Hasil Razia Satpol PP

On 8:42:00 PM with No comments

loading...
loading...
ADU MULUT: Pemilik warung di Jalan Siti Fatimah binti Maemun membantah anggota satpol PP yang melakukan razia.

Pikirlah seribu kali sebelum ”jajan” ke warung pangku!
Hasil razia Satpol PP Gresik membuktikan betapa berisikonya ”main-main” dengan pekerja seks komersial (PSK) yang menyaru sebagai pramusaji warung kopi (warkop) pangku.
Mereka mengidap HIV/AIDS. Masih nekat? Fakta itu terungkap dari hasil kerja cermat Dinas Kesehatan (Dinkes) Gresik.

Kabid Pencegahan Pemberantasan Penyakit dan Kesehatan Lingkungan (PK3 Kesling) Dinkes Gresik dr Mukhibatul Husna menyebutkan, mulai Januari hingga September 2016, dinkes menemukan 31 orang yang terindikasi mengidap HIV.
”Sebagian besar hasil jaringan satpol PP di beberapa tempat,” kata dr Husna. Dengan hasil pemeriksaan yang mengkhawatirkan itu, dinkes dan puskesmas di berbagai daerah turun tangan.

Baik mendampingi pengidap virus maupun menyediakan obat-obatan. ”Petugas juga aktif memantau kondisi para pasien,” ungkapnya. Di sisi lain, satpol PP masih gencar melakukan operasi.


Warung remang-remang dan warung pangku dirazia. Pada Selasa (11/10) malam, aparat penegak peraturan daerah itu menyasar sejumlah warung kopi yang terindikasi menyediakan layanan plus-plus.
Mulai kawasan Roomo, Betiring, Jalan Notoprayitno, hingga kawasan Siti Fatimah binti Maemun. Hasilnya, 12 penjaja warung kopi diamankan.

Kasi Operasi Satpol PP Gresik Agung Endro Utomo mengungkapkan, empat kawasan itu memang terus dipantau. Para penjaga warung yang terjaring kemarin didata.
Sebagian di antara mereka ternyata masih belia alias di bawah umur. Salah seorang adalah Alt, gadis asal Tuban. Remaja 16 itu mengaku baru sebulan bekerja sebagai pramusaji warung kopi di Roomo.
Ada juga AA. Gadis yang tinggal di Randuagung, Kebomas, tersebut berusia 17 tahun. Pagi esoknya keduanya dikirim ke Puskesmas Alun-Alun bersama 10 orang lain.

Agung Endro menyampaikan, mereka menjalani pemeriksaan kesehatan. Termasuk, diperiksa kemungkinan mengidap human immunodeficiency virus/ acquired immune deficiency syndrome (HIV/AIDS).
”Pemeriksaan kesehatan paling utama. Kalau ada yang terindikasi penyakit itu, langsung dipulangkan ke daerah asal,” tegasnya. (mar/c7/roz/sep/JPG)

Sumber : jawapos
loading...
loading...
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »