Artikel Pilihan

loading...

Aksi Kapolres di Kaltim Ini Panen Pujian

On 10:12:00 PM with No comments

loading...
loading...

Mobil dinas sejatinya dibeli menggunakan uang rakyat. Maka sewajarnya rakyat bisa merasakan naik mobil dinas.
Hal ini tampaknya disadari betul oleh Kapolres Malinau, Kalimantan Timur, AKBP Wiwin Firta. Dia tertangkap kamera menawarkan tumpangan pada ibu dan anak yang berjalan kaki.
Saat melintas di jalan, Wiwin melihat ada ibu dan anak berseragam SD tengah berjalan kaki. Wiwin yang tengah mengendarai mobil dinas Kapolres mengentikan mereka.
Percakapan Wiwin dengan sang ibu diunggah oleh pemilik akun Rio Dwi Pamungkas.
" Pagi Ibu, mau ke mana, Ibu?" tanya Wiwin.
" Ini, Pak. Saya mau antar anak sekolah," jawab si ibu.
" Sekolah di mana anaknya, Bu?" tanya Wiwin lagi.
" SD 03, Pak. Kurang lebih 2 kilometer, Pak, dari rumah. Ini takut mau terlambat juga, Pak,"kata si ibu.
" Sudah, Bu, biar ikut mobil saya, Bu," kata Wiwin. (Ism) 
(ism)
" Maaf, Pak. Saya tidak enak. Takut naik mobil polisi, Pak," kata si ibu.
Kenapa harus takut, bu? Mobil dinas juga untuk rakyat karena dibeli dari uang rakyat. Silakan masyarakat yang membutuhkan bantuan polisi dapat menghubungi kepolisian terdekat dan kami sangat senang dapat membantu masyarakat, Bu," kata Wiwin

Tatkala Tukang Sapu Sederajat dengan Kapolda

Dream - Senin, 29 Juni 2015 menjadi hari yang tidak biasa bagi seluruh jajaran anggota Polda NTB. Di hari itu, seorang tukang sapu bisa berdiri di hadapan ribuan anggota polisi, sejajar dengan Kapolda Nusa Tenggara Barat NTB pada apel pagi.
Kapolda NTB Brigjen Pol Umar Septono sengaja menghadirkan tukang sapu pada apel pagi itu. Dia ingin mengingatkan kepada seluruh anggotanya tentang pentingnya menghargai mereka yang berprofesi lebih rendah.
Umar ingin menunjukkan bagaimana kisah keteladan itu datang. Tidak melulu dari orang-orang besar, keteladanan bisa hadir dari orang-orang kecil.

" Di mana dunia, tukang sapu mungkin adalah strata terendah, tapi di mata Tuhan beliau ini lebih tinggi dari saya, bahan mungkin dari kalian semua," ujar Umar di hadapan seluruh anggotanya.
Umar mengatakan, tukang sapu tersebut sudah mengabdi sejak lama di lingkungan Mapolda NTB. Berpendapatan Rp500 ribu perbulan dan bekerja sejak pukul 04.30 WITA, tukang sapu tersebut begitu ikhlas meski banyak anggota polisi yang membuang sampah.

" Apa kita tidak malu seperti itu? Bahkan kita telah menzolimi beliau," kata dia.
Lebih lanjut, Umar mengingatkan tugas yang diemban oleh setiap polisi merupakan titipan Tuhan. Sejatinya, melalui tugas tersebut dia berpesan kepada anggotanya agar menjalankan pekerjaan sebagai bentuk ibadah.
Baca Juga : Menantang AllahDewi Sandra Temukan Mukjizat

Sumber: facebook.com/Divisi Humas Mabes Polri



loading...
loading...
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »