Artikel Pilihan

loading...

Kisah Cinta Beda Agama di Zaman Rasulullah, Akhirnya Mereka...

On 11:44:00 PM with No comments

loading...
loading...
Berbicara mengenai kisah cinta, setiap orang tentu memiliki kisah yang berbeda-beda. Setiap orang juga punya akhir kisah cinta yang tak sama, akhirnya kecewa atau akhirnya bahagia. Terlepas dari itu semua, sampai saat ini kisah cinta masih menjadi misteri yang sering kali membuat banyak orang merasa bimbang, galau dan tak karu-karuan. Apalagi, jika kisah cinta tersebut dijalani oleh dua anak manusia yang berbeda keyakinan.
Di masyarakat, kisah cinta anak manusia yang berbeda keyakinan atau agama tentu banyak kita jumpai. Jangankan saat ini, di zaman Rasulullah kisah cinta dua anak manusia yang berbeda agama pun terjadi. Yang lebih membuat terenyuh, kisah cinta tersebut adalah kisah cinta putri Rasulullah Muhammad SAW yang bernama Zainab dengan seorang pemuda bernama Abdul Ash.
Berikut kisah dan perjalanan cinta Zainab bersama Abdul Ash.
Walau keduanya berbeda keyakinan, cinta keduanya adalah cinta yang begitu sejati. Namun pernikahan yang mereka jalani tidak berjalan bahagia seperti apa yang mereka harapkan. Kesedihan dan perjalanan cinta yang sulit ini dimulai saat Zainab memutuskan untuk memeluk Islam mengikuti sang ayah juga sanak saudaranya. Sementara sang suami, Abdul Ash tetap kokoh pada pendiriannya dengan keyakinan dan keimanan yang ia jalani selama ini.

Kesedihan dan kegundahan lalu berlanjut ketika saat perang Badar terjadi,. Abdul Ash yang merupakan anak dari pimpinan tentara yang memerangi Islam kalah dalam perang. Ia pun akhirnya menjadi tawanan tentara Islam di zaman tersebut. Saat Abdul Ash menjadi tawanan ini, hati Zainab diselimuti kegalauan panjang. Ia menjadi sangat sedih karena harus menebus suaminya.

Dilansir dari laman merdeka.com yang juga mengutip kisah Zainab di buku Bilik-Bilik Cinta Muhammad karya Nizar Abazhah, akhirnya Zainab bisa menebus suami. Untuk menebus sang suami dari tentara Islam, Zainab harus merelakan satu-satunya kenangan dari sang bunda (Khadijah) di hari pernikahannya yakni seuntai kalung dan menyerahkan kalung tersebut ke tentara Islam sebagai tebusan.

Melihat kalung tersebut, Rasulullah pun menangis terharu karena kalung itu mengingatkannya pada sosok istri tercinta yang telah tiada. Kepada tentara muslim, Rasulullah pun mengatakan, "Kalau tidak keberatan, kalian serahkan kepadanya (Zainab) tawanan beserta kalungnya." Apa yang dilakukan Zainab terhadap suami ini merupakan bukti cinta yang tulus dari dalam dirinya. Ya, meskipun mereka berdua adalah dua insan yang saat itu telah berbeda agama atau keyakinan. Melihat ketulusan sang istri, Abdul Ash pun merasa begitu terharu.

Keharuan tersebut tak sampai di situ saja, perjalanan cinta mereka selanjutnya ini lebih mengharukan. Turun wahyu dari Allah yang mengharamkan pernikahan dua anak manusia berbeda agama.

loading...
loading...
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »