Artikel Pilihan

loading...

PENTING...!!! Cara Mudah Bermain Untuk Melatih Panca Indera Pada Anak

On 10:05:00 PM with No comments

loading...
loading...


Pada kesempatan ini, Rayhan bermain dengan salah satu sensory play yaitu Jelly. Jelly yang digunakan adalah jelly yang biasa kita konsumsi. Jadi aman untuk digunakan pada anak.
Sensori integrasi adalah sebuah proses otak alamiah yang tidak disadari. Dalam proses ini informasi dari seluruh indera akan dikelola kemudia diberi arti lalu disaring, mana yang penting dan mana yang diacuhkan. Proses ini memungkinkan kita untuk berprilaku sesuai dengan pengalaman dan merupakan dasar bagi kemampuan akademik dan prilaku sosial.
Apakah anak sulit belajar?
Takut di tempat baru?
Ogah kotor-kotoran?
Takut saat outbond?
Sensitif terhadap bau-bauan?
Terlihat seperti tak pernah lelah?
Disini akan di jelaskan tentang Sensori Integrasi dengan Perkembangan Emosi dan Kognitif Anak.
“Usia 0-7 tahun : jadikan ia raja
Usia 7-14 tahun : jadikan ia tawanan
Usia 14 tahun ke atas : jadikan ia penasihat”
7 tahun pertama usia anak adalah masa perkembangan sensori integrasi, di masa ini seluruh inderanya bekerja menjelajahi berbagai pengalaman dan mengantarkannya ke otak anak. Inilah satu satunya cara untuk mengisi otaknya yang berkembang sangat pesat.
Ada 7 sistem indera yang menjadi perhatian dalam Sensori integrasi yakni, pengelihatan, pendengaran, perasa, penciuman, taktil (perabaan) , vestibular (kesigapan tubuh), dan proprioseptif (posisi dalam ruang).
Mungkin bagi Ayah dan Bunda sistem vestibular dan proprioseptif belum terlalu familiar, apa itu?
Organ vestibular terletak di mata, kanal dalam telinga, dan otak kecil. Fungsinya sebagai pengatur informasi dan pengatur kesigapan dan keseimbangan gerak tubuh. Bila organ ini bekerja baik, kita dapat dengan mudah mengatur gerak tubuh ke arah atas-bawah, kanan-kiri, depan-belakang dan membedakannya dengan baik.
Sedangkan yang dimaksud dengan sistem proprioseptif adalah otot, sendi, dan ligamen. Sistem indera ini juga membantu kita dalam bergerak dan menyesuaikan posisi di dalam ruang.
Menariknya, proses sensori integrasi terjadi secara bertahap, kegagalan di satu tahap akan berpengaruh pada tahap berikutnya. Anak yang optimal dalam proses sensori integrasi akan memiliki kemampuan komunikasi, kemampuan mengatur, harga diri, kepercayaan diri, kemampuan akademik, kemampuan berfikir abstrak dan penalaran, serta spesialisasi setiap sisi tubuh dan otak. Hasil akhir proses sensrori integrasi tersebut baru tercapai saat anak mulai usia SD.
Ada empat level sensori integrasi. Level pertama berlangsung di usia 0-1 tahun, level kedua 1-2 tahun, level ketiga 3-7 tahun, dan level keempat tercapai saat anak masuk SD.
Level Pertama (0 – 1 tahun)
Anak picky eater (pemilah dalam makan)? sulit menangkap bola? Takut bermain ayunan atau perosotan? Yuk kita periksa proses sensori integrasi di level pertama.
Proses Sensori integrasi level pertama terjadi saat anak berusia 0-1 tahun. Tiga hal penting yang terbentuk adalah taktil, integrasi vestibular dan proprioreseptif, dan gravitational security.
Tactile memberikan rasa aman dan nyaman terhadap apa yang anak menyentuh dan ketika disentuh, ini bahkan berpengaruh pada kenyamanannya bersosialisasi kelak. Awal dari tactile adalah kelekatan ibu dan anak.
Menyusui dan menggendong anak adalah stimulasi yang baik bagi si kecil. Dengan menyusui, bayi akan menerima informasi suhu tubuh dan tekstur kulit ibu serta tekanan yang ia rasakan. Ini menjelaskan kenapa bayi hanya benar-benar bisa tenang saat ia berada di dekat ibunya, karena suhu, tekstur, dan tekanan ibulah yang familiar dengannya. Anak yang picky eater biasanya punya masalah pada saat menghisap, dan ini akan terdeteksi ketika anak menyusu. Bila hisapannya lemah, otot kunyahnya juga tidak bekerja baik sehingga kesulitan memakan makanan yang dengan tekstur tertentu.
Gravitational security juga terbentuk di level pertama. Pernah dengar larangan menggendong dan mengayun-ayun bayi? Sebaiknya anda abaikan karena apabila bayi digendong dan diayun maka itu berarti ia mendapat informasi yang lebih banyak tentang arah dan merasakan gravitasi, dan karena ia merasa tetap nyaman dalam gendongan, iapun merasa aman dengan gaya gravitasi. Tak heran kalau nanti di usia 3-4 tahun ia akan dengan yakin melompat, berayun, dan meluncur. Stimulasi yang ia terima jauh lebih banyak dibandingkan dengan bayi yang lebih banyak didiamkan saja di ranjang atau stroller.
Salah satu integrasi vestibular dan proprioreseptif yang penting di level ini adalah kontrol gerakan mata. Mainan yang digantung di atas ranjang bayi bisa berpengaruh pada perkembangan vestibular si kecil. Hindari mainan yang berputar, pilih mainan yang bergerak kanan-kiri atau depan belakang karena gerakan ini yang ia butuhkan untuk menstimulasi system vestibularnya, gerak otot matapun akan terlatih dengan baik dan inilah pondasi untuknya saat belajar menbaca kelak.
Yang ia butuhkan adalah sesuatu yang bergerak sederhana, kanan-kiri, depan-belakang, atas bawah. Gerakan berputar, apalagi layar televisi yang bergerak sangat cepat terlalu kompleks dan malah membuat gerak otot matanya tidak berkembang dengan baik.
BERANI KOTOR ITU BAIK BUNDA.....!! ^^
Sumber : https://fisiokidtherapist.wordpress.com/2012/07/04/perkembangan-sensori-integrasi-pada-anak/

loading...
loading...
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »